Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.
"We Must Learn Something!"
Written by http://motorplus-online.com/articles.asp?id=12690   
 
on 02-07-2008 23:51

Views : 75305    

Published in : Berita, Grasstrack

KLIK - DetailJudulnya pake bahasa kulon bukan sok Ingris-inggrisan. Pokoknya tidak kayak Cinta Laura sang ratu ojeks... dan becheek lho! Tapinya, ajang ini memang berbau internasional. Kalau digelaran supercross seri I Bekasi, crosser luar Indonesia hanya Lewis Wood, Tristen Chachia (Oztrali) dan Thanarat (Thailand). Kini pesaing di Sirkuit Maguwoharjo, Sleman, Jogja, 21-22 Juni itu, tambah lagi dengan kehadiran Natapol Veerakulh, Watana (Thailand) dan Ahmad Fizi (Malaysia).

KLIK - Detail
    
Memang, kejurnas supercross ingin serius dan profesional. Croser Indonesia, dibiarkan dan dibiasakan bersaing ketat dengan petarung luar negeri. Sehingga, dengan mudah beradaptasi, jika kelak bertanding di luar negeri. Itu maksudnya dengan mengundang crosser luar.
    
Sirkuit di Sleman pun, dibangun tertata. “Sirkuitnya berstandar internasional. Desain diadopsi dari sirkuit di Houston Amerika. Benar-benar berat dan mengutamakan handikap penguji skill dan stamina,” buka A. Judiarto, COO Lightning Production, promotor acara ini.

Tak cuma itu, saksi mata gelaran juga disasar berjuta pasang mata. Tidak hanya penonton yang hadir di sirkuit. Juga penonton di rumah. Kan, konsepnya disiarkan langsung tipi swasta nasional.
    
KLIK - DetailSipnya croserasing bukan nggak asal bule dan nggak asal Thailand. Mereka  potensi dan benar-benar fight untuk memang. Hasilnya, jadi ‘musuh’ superberat pembalap Indonesia. Lihat aje tanyangan tipinya, penampilan mereka digdaya. Apalagi Wood yang melenggang mulai start dan mengoverlap saingannya.
    
Buat pelaku dan pecinta supercross realitas ini jadi pelajaran. Dengar analisis pelaku supercross ikhwal kehadiran pemain asing seperti Om Paul Gunawan tokoh balap nasional, Endi W.S (Yamaha MX Team Jogja), Joko ‘Cio’ Tri Susilo (Orang tua Reynaldi, privateer kelas 80 cc), Irvan ‘Kirun’ Hermawan (croser Kartika Racing Team Sumedang),  Adi Aprian (Pertamina KTM Racing) juga Mr. Bruce Wilkinson (Manajer Lewis Wood).KLIK - Detail

Sesuai etika, biar tamu dulu yang bicara. “Sebenarnya croser Anda sudah baik. Hanya saja kurang kompetisi. Lantaran itu, fisik mereka tidak termenej baik,” buka Bruce, orang tua yang sudah wara-wiri membawa crosser bule ke Indonesia. Mungkin Bruce kurang paham yang terjadi di Indonesia. Begitu, banyak event, persoalan muncul seperti baru lalu.

Mungkin karena itu, Bruce terkesan hati-hati menanggapi jauhnya kualitas pembalap Indonesia dibanding Wood. “Still long way to go,” katanya lagi. Om Paul lebih gamblang, “Kita harus re-thingking lagi. SDM harus dibenahi. Biar disekolahin, diberi motor yahud kalau mental dan karakternya tak dididik, jangan harap lahir seperti Wood itu,” kata Om Paul.

Endi menambahkan. “Harus dihilangkan pandangan balap itu hobi! Balap itu harusnya pegangan hidup. Ini membuat crosser menjadi profesional. Hemat saya, IMI wajib mendatangkan pelatih  atau crosser dari luar yang berkualitas  agar pembalap kita belajar. Di sisi lain, jangan lupakan mengirim mereka berkompetisi di luar, agar tahu seberat apa lawannya,” serius Endi. Yah seperti Doni Tata begitu,” ulasnya lagi.

Jika mencermati silang pendapat di atas, bukan hanya pelatih yang disuruh ke Indonesia. Bukan pula, crosser Indonesia disuruh ke luar negeri. Tapi, Indonesia butuh seorang pencetak atlet profesional. Gunanya, sebagai pembangun motivator pada orang tua crossser dan jajaran terkait.

Misalnya, bagaimana memprogram untuk mencetak atlet hebat di masa depan. Bagaimana bikin motocross dan balapan lain jadi lahan hidup dan seterusnya. Bukan melulu teknik menyetir motocross. Itu bagi Em-Plus, lho.
    
Coba lihat pandangan Adi Aprian dan Kirun juga menyimak. Itu terkait. “Khusus Wood, kondisi fisiknya prima. Katanya, ia melatih fisik tiap minggu, makanan teratur dan setiap minggu menghadapi kompetisi,” kata Adi. “Fleksibilitas dan riding positionnya sempurna. Ia konsisten dari awal start sampai finish, konsentrasi penuh, efisien menaklukan superbowl maupun tikungan patah,” puji crosser muda yang setim dengan Aep Dadang ini.

Sedang Joko kagum pada kemampuan Wood mengurangi impact. Dia tidak melakukan kesalahan kedua kali jika salah jalur pada tempat sama. “Beberapa kali ia slip juga, tapi posisi tubuh dan fisiknya cepat merevisi. Ini tak dimiliki croser kita,” puji pria akrab dipanggil Cio ini.

Sebab, Wood sangat tahu profesi crosser, sebagai jalan hidup di masa tuanya. Dia diajari orang sekitarnya, motocross jadi bagian dari mata pencaharian. Bukan hobi. Yah...we must learn something!

LEWIS WOOD BICARA
KLIK - DetailBiar muda dan nyaris tak tertanding Wood ogah gede kepala. Saat ditanya Em-Plussoal pembalap kita ia menjawab diplomatis. “Mungkin masalahnya ada di kompetisi. Di Australia, kompetisinya ketat sekali, hampir tiap minggu. Trek yang dihadapi juga beragam. Pasir lembut seperti di Jogja ini mirip dengan tempat tinggal saya di Barat Melbourne. Ada juga  hard gravel dan banyak lagi. Jadinya, sangat terbiasa di berbagai medan,” papar Wood.

Balap adalah profesi baginya. Bukan lifestyle apalagi semata hobi. Makanya, berlatih setiap hari menjadi santapan. Kira-kira, seperti orang belajar sekolahan di sini. Yah, sama saja kewajiban seorang anak les ini dan itu setiap hari.

Wood tak hanya evaluasi tiap riding. Dia juga mengolah tubuhnya terprogram. “Saya juga lari, bersepeda, berenang, fitness, aerobik. Asupan gizi diukur tiap hari. Kadar karbohidrat, protein dan lainnya. Pagi-pagi saya harus makan sebanyak mungkin sampai perut full dan minum sebelum haus. Ini membuat fisik prima. Sebelum balapan mengkonsumsi karbohidrat sebanyak mungkin,” jelasnya sambil makan pisang di paddock.

DRAMA DI 80 CC
Fighting spirit dan mental juara diperlihatkan Agi Agasi KLIK - Detail(Pertamina KTM Racing, Jabar). Saat sesi latihan Sabtu (21/6) ia jatuh dan harus dibawa ke rumah sakit. Di Jogja International Hospital, Agi dirontgen. Dr. Metalia Puspitasari yang menangani Agi di RS merekomen agar ia tak turun balap.

“Ruas tulang kaki kirinya retak. Belum lagi kaki kanannya juga bengkak,” kata bokapnya. Tak mau kehilangan poin ia ngotot.
    
Saat bertarung Agi harus berjibaku dengan pesaing terberatnya Nathapol (JSI Sport Thailand) dan  Farhan Hendro (AHRS Orlando Riding Forum). Biar masih berumur belasan, ketiganya bermental  prima. Farhan yang sempat memimpin harus mengakui ketangguhan Agi dan Nathapol yang sebenarnya sempat terjatuh di lap awal.

Fighting spirit merekalah yang jadi modal berharga. Drama ini agak berbeda dari kelas SW Pro Lite 125 yang didominasi Wood. “Aset terbesar kita ya mereka ini. Makanya pembinaan harus lebih profesional dan paling utama memupuk sportivitas dan karakter,” nilai Om Paul yang sempat prihatin seringnya orang tua berseteru saat anak-anaknya balap.

“Melihat kuantitas anak-anak kecil dan makin ramainya kompetisi, 10 tahunan lagi negeri Anda akan semaju kami,” optimis Bruce.

Moga mister!

HASIL LOMBA

Special Engine 125 cc-Pro Lite
1 Lewis Wood Australia Lightning Pro MX Honda CRF250
2 Thanarat Thailand Jasalindo MX Yamaha YZ250
3 Watana  Thailand Suzuki Evalube Pro Racing Suzuki RM250
Special Engine 80 cc International
1 Nathapol Thailand JSI Sport KTM
2 Agi Agasi Jawa Barat  Pertamina KTM Racing KTM
3 Farhan Hendro DKI AHRS Orlando Riding Forum Honda CRF
Special Engine 125 cc Ex Pro
1 Irwan Ardiansyah DIY Ardian’s Jogja MX Yamaha YZF250
2 Hery Gunawan Jateng  Kota Jati  Kawasaki KX
3 Daniel Tanka Jatim Djagung Racing Factory Yamaha YZF
Special Engine 125 Eksekutif
1 I Wayan Mudita Bali Bali MX Team Yamaha YZF
2 Bandung Sunggoro Jabar Gapuraning Rahayu Kawasaki KXF
3 Aif Budiman Kalteng Arek Kene  Yamaha YZF
Special Engine 65 cc
1 Abdul Hakim Kalsel  H. Rahman Ardian’s BJM KTM 65
2 Andre Fahrezi Jatim  Jasalindo MX Team KTM 65
3 Marsha Perdana Banten Faiz Flying Kids KTM 65
Special Engine 50 cc
1 Lantian Juan Jatim Jasalindo MX Team KTM 50
2 Dicky CP Jateng Jaya Putra Orlando RF KTM 50
3 Raka SS Jateng Orlando Riding Forum KTM 50

 

   
Print
Send to friend

Users' Comments  RSS feed comment
 

Average user rating

   (0 vote)

 


Add your comment
Only registered users can comment an article. Please login or register.

No comment posted



mXcomment 1.0.8 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Prev   Next >
Google