Advertisement
Antara Meliuk Dan Bergeser
Written by http://www.otomotifnet.com/otoweb/index.php?templet=otosport/Content/Slalom/0/1/7/   
 
on 10-04-2009 03:10

Views : 1352    

Published in : Berita, Balap Mobil



Terdapat perbedaan mencolok  antara drifting dengan slalom dilihat dari mobil. Pada drifting, biasanya menggunakan mobil penggerak roda belakang. Pasalnya, mobil gerak roda belakang lebih enak dan mudah diajak ngepot dibanding mobil gerak depan.

Dengan tenaga mobil yang besar dan cara yang benar, mobil gerak belakang bisa diajak jalan bergeser. "Ini sulit dilakukan pada mobil gerak depan," ungkap Hadaris, pentolan Indonesian Drift Community (IDC). Mobil-mobil sedan gerak belakang yang bisa dipakai untuk drift yakni Nissan Cefiro, Toyota Corolla generasi DX, Toyota Cressida, Mitsubishi Lancer, BMW dan banyak lagi.

Sedang pada slalom, mobil lebih banyak gerak depan. Selain itu, sekarang banyak mobil baru, di atas tahun 2000. Ini berkaitan dengan regulasi yang ada, yang memang dibuat untuk membela pihak ATPM. Dari sisi dimensi mobil, ajang slalom juga memiliki bodi yang lebih kecil dibanding mobil drifting. Karena dipakai untuk meliuk di antara kun.

Pada drifting, mulai masuk tikungan sampai keluar, mobil cenderung tak pernah lurus

Trek antar kedua ajang ini juga berbeda. Jika melihat kun yang terpasang dengan jarak berkisar 12 m, dapat dipastikan itu trek slalom. Jika drift, hanya bermain di trek yang sudah disiapkan dan mulai menggeser bodi mobil saat akan masuk tikungan. Penilaian akan berkurang jika saat drift mobil keluar dari jalurnya atau sempat tertahan ketika bodi mobil bergeser.

Selain itu, di slalom terdapat soal yang diberikan sebelum start. Soal rute tersebut untuk dipakai menghafal jalur yang akan oleh peslalom diantara kun yang disebar.

Penilaian
Dalam slalom penilaian berupa waktu dan kun yang ada. Jika kun tertabrak, maka perolehan waktu akan ditambahkan sebanyak 5 detik untuk satu kun. Semakin cepat mobil slalom masuk garis finish, akan semakin bagus, dengan catatan tak salah jalan dan tak ada kun tertabrak.

Pada drifting, penilaian berdasar pada juri yang berjumlah tiga orang dan sebuah alat, bernama driftbox. Juri bertugas menilai style dan konsistennya mobil di line yang ada. Sedang driftbox menilai kecepatan saat mobil mulai drift, derajatnya, kecepatan, dan nilai g-force. Semua penilaian, baik juri dan driftbox dijadikan satu.

Modifikasi
Pada ajang slalom hanya sebagian kecil yang bisa dimodifikasi. Hanya terbatas pada suspensi, pemakaian piggyback, knalpot dan aplikasi limited slip differential (LSD) pada kelas F (FFA). Bahkan penggunaan ban saja dibatasi hanya boleh pakai buatan lokal. Modifikasi pada mesin kira-kira bisa meningkatkan tenaga mesin sampai 150-an dk.

Berbeda jauh jika dibanding ajang drifting. Modifikasinya lebih bebas dibanding slalom. Seperti diperbolehkannya mengganti mesin dengan yang memiliki tenaga besar. Saat ini mesin seperti seri SR atau RB dari Nissan atau 1JZ, 3S-GE, 1JZ dan 2JZ-GTE dari Toyota menjadi favorit. Pasalnya di mesin ini mudah mengail tenaga besar.Tenaga pada mobil-mobil drifting, diperkirakan di atas 200 dk.

Penggunaan turbo dan LSD menjadi salah satu kewajiban. Karena dengan dua komponen ini, tenaga mesin bisa menjadi sangat besar dan adanya LSD memungkinkan mobil bisa diajak jalan bergeser. "Dengan tenaga mesin yang besar, mobil jadi lebih mudah dibuat drift dan gaya juga bisa banyak," ungkap Adwitya Amandio yang rajin drifting pakai Mitsubishi Evolution IX-nya.

Kaki-kaki seperti sokbreker dan per juga menjadi perangkat penting. Menggunakan kaki-kaki yang biasa atau standar, nyaris tak mungkin menghasilkan gaya drift yang bagus.
 


   
Print
Send to friend

Users' Comments  RSS feed comment
 

Average user rating

   (0 vote)

 


Add your comment
Only registered users can comment an article. Please login or register.

No comment posted



mXcomment 1.0.8 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Prev   Next >
Google