Motor bebek injeksi (beksi) sampai saat ini memang belum ada yang diturunkan untuk kompetisi. Padahal sudah ada 2 tuner yang menyiapkan motor balap tanpa karburator tersebut, Tomy Huang dari Bintang Racing Team dan Benny Djati Utomo.
Alah bisa karena biasa. Ungkapan itu tepat ditujukan kepada pembalap Anggi Permana Putra yang mendominasi seri V region 2 Jawa pada kejurnas Pertamina NHK TDR Motoprix di Sirkuit Galunggung, Bukit Peusar, Tasikmalaya, Jabar (25/7).
Turun di kelas MP 1 (bebek 125 cc 4-Tak Tune Up Seeded) dan MP 2 (110 cc 4-Tak Tune Up Seeded), pembalap 21 tahun yang asli putera Tasikmalaya ini mendominasi podium utama.
Kemegahan gelaran One Make Race (OMR) Honda di sirkuit lapangan Brigif 15 Cimahi, Bandung sangat bertolak belakang dengan isi hati para mekanik maupun pemilik tim. Hingga seri ke-2 HRC berlangsung, senyum mereka tetap saja kecut. Janji-janji surga divisi motorsport PT Astra Honda Motor (AHM) untuk memberikan bantuan spare part tidak segera dipenuhi.
“Paling susah cari spare part Honda Blade. Yang dipakai sekarang tanpa spare part cadangan. Kalau misalnya jebol, ya enggak bisa lanjut balap. Jangankan stok head atau noken as, paking saja sampai bikin dari kertas,” keluh Danang Cakra, mekanik asal Yogyakarta yang ngorek Blade punya beberapa tim sekaligus seperti Kompo Federal Indopart KBC dan Yutaka MD-RT.
Sebelumnya Hendriansyah dan M Fadli, pembalap Supersport 600cc Indonesia dari tim Suzuki IRC Umild AHRS dan ASH U Mild Motorsport ini diberitakan akan segera berangkat ke Jerez Spanyol untuk mengikuti Superbike School. Tapi karena terkendala pengurusuan visa, keduanya harus rela menunda keberangkatannya.
Fadli dan Hendri seharusnya sudah memulai trainingnya di Superbike School yang di kelola oleh Keith Code International ini pada 8-9 April 2009. Tapi apa boleh buat keduanya harus gigit jari karena Visa yang mereka urus belum keluar sampai hari ini. “Kami menyampaikan permohonan maaf atas berita yang kurang menyenangkan ini.
Helmy Sungkar yang selama ini aktif sebagai promotor di bawah bendera Trendypromo Mandira siap membentuk tim baru di GP Mono. Di sisi lain, pihak penyelenggara menggandeng perusahaan public relation (PR) untuk mengatrol citra GP Mono.
Hitung Poin Helmy menyatakan bahwa ada seorang pengusaha kenalannya ingin membuat tim. “Lalu, saya sarankan untuk turun di GP Mono saja. Sejauh ini kami masih dalam tahap berkomunikasi. Kalau semua sudah beres, langsung akan kami launching ke publik,” ujar Helmy yang eventnya lagi seret karena menunggu sponsor.